👯 Cara Menambah Volt Trafo Ct
Sementarakalau trafo jenis CT menggunakan 2 lilitan yang lilit secara bersamaan lalu ujung lilitan A di gabung dengan awal lilitan B, dan ujung lilitan B dengan awal lilitan A yang menentukan besaran voltnya. Berikut cara menggabungkan 2 (dua) buah trafo OT menjadi CT Silahkan anda perhatikan gambar dibawah ini
Bridgetrafo CT 3 fasa untuk menambah Tegangan (Voltase) Contoh Skema atau rangkaian cara gabung 2 trafo CT untuk menambah tegangan menjadi lebih besar dengan 3 keluaran atau output simetris 3. Bridge trafo CT 2 fasa untuk menambah Arus (Ampere)
Tempatkantrafo dan juga dioda yang mengarah ke atas ataupun posisi lainnya, namun dengan angka-angka pada trafo, dioda dan juga elco yang bisa terlihat dengan jelas Langkah pertama, pasangkan kabel AC (merah) pada dioda bermuatan positif (kaki nomor 1) dengan menggunakan solder.
Yangjadi perhatian adalah jika anda menggunakan cara ini untuk menambah atau menaikkan tegangan pada trafo ct, adalah tegangan akan naik dua kali lipat. Karena jumlah gulungan sekunder otomatis jadi dua kali karena pin ct tidak digunakan. Untuk membuat power supply ini, ada dua macam koneksi yaitu menggunakan dua diode dan satu kiprox.
CaraMembuat Adaptor 12volt Dari Trafo CT SEDERHANAbahan- trafo 1A- dioda 1A- elco 1000uf / 50v- kabel buntung
JABAR| 12 Mei 2020 19:19 Reporter : Andre Kurniawan . Trafo adalah perangkat statis yang mentransfer energi listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lain melalui proses induksi elektromagnetik. Trafo biasanya sering digunakan untuk menambah atau menurunkan level tegangan antar rangkaian. Trafo dapat ditemukan pada setiap energi listrik yang menggunakan Alternating Current [AC
Adadua trafo beda jenis, yaitu trafo ct dan non ct. Tapi tegangan outputnya sama 32v. Jadi bisa dilakukan penggabungan untuk menambah Amper. Untuk trafo CT menggunakan 4 diode 6A yang dirangkai bridge atau menggunakan kiprok, sama saja. Dirangkai untuk 3 keluaran atau dirangkai untuk power supply simetris.
Untuktegangan out trafo dari 15v, setelah disearahkan diode dan elco, akan mengalami peningkatan tegangan, jadi tegangan akan naik menjadi sekitar 21v menurut rumus. Tegangan 15v setelah disearahkan menjadi 15x1,414=21,21v. Jadi tegangan menjadi 21,21v menurut rumus, tapi pada prakteknya bisa berbeda.
Padagambar diperlihatkan sebuah transformator dengan gulungan sekunder sebanyak (misalnya) 24 gulungan untuk menghasilkan tegangan 24V, maka tap tengahnya (CT) dibuat tepat pada gulungan ke-12. Dengan demikian dari A ke CT akan terdapat tegangan AC sebesar 12V (sesuai jumlah gulungannya) dan dari CT ke B juga terdapat tegangan AC 12V.
CaraMembuat Power Supply 12 Volt Ct. cara merakit power supply 12 volt PCB & Layout. Switching Mode Power Supply 10A 20-50V DC CT This is a power supply circuit with switching mode with output voltages ranging from 20 Volts to 50 Volt DC CT Symmetrical 5 up to 10 Amp william_olguin. 7/abr/2019 cara merakit power supply 12 volt PCB & Layout.
Carake dua adalah dengan mengubah trafo CT menjadi Trafo Engkel. Untuk mengubahnya anda hanya perlu memutus pin CT saja sehingga pin CT tidak terkoneksi dengan trafo. Dengan cara ini otomatis gulungan sekunder pada trafo akan bertambah 2 kali lipat dan tegangan pun akan bertambah. 3. Menggabungkan 2 Trafo Menjadi 1
Perbedaannyadengan CT adalah bahwa CT hanya memiliki 1 atau 2 lilitan pada primer, sehingga CT dapat juga disebut dengan sebuah trafo step up. Cara Memasang Current Transformer Agar sebuah CT dapat bekerja, CT tersebut harus dilalui oleh sebuah konduktor yang berfungsi sebagai lilitan primer.
dOMt. Karena syarat untuk mendapatkan daya watt besar selain daya ampere besar, tegangan trafo juga harus besar. Bagaimana cara mengakalinya? Silahkan dibaca lebih lanjut. Transformer atau di sebut trafo pada power amplifier mempunyai fungsi menurunkan tegangan dari 220volt AC menjadi tegangan sekitar 12volt sampai 32volt AC. Kemudian diubah tegangan dari AC ke tegangan DC melalui diode penyearah atau kiprox. Lalu tegangan DC diperhalus elco atau kapasitor. Apabila kita merakit power amplifier dengan watt besar, maka semakin besar pula arus tegangan dan ampere yang di butuhkan power amplifier tersebut. Bagaimana jika kita tidak mempunyai trafo yang mempunyai voltase besar dan kita ingin agar trafo ini bisa dipakai? Adalah dengan cara menggabungkan dua buah trafo secara seri. Syarat untuk bisa menggabungkan dua buah trafo untuk menambah voltase adalah mempunyai ampere yang sama dan tegangan yang sama. Agar didapat keseimbangan daya pada saat dipakai beban nantinya. Untuk penghitungan voltase adalah 2x tegangan aslinya. Misal tegangan trafo yang kita pakai 12volt CT 12volt. Maka nantinya hasil tegangan yang dihasilkan adalah 24volt CT 24volt. Catatan CT trafo tidak dipakai. CT yang baru menggunakan hasil seri dari kedua trafo. Tegangan yang diseri boleh sembarang sesuaikan kebutuhan. Misal 32volt CT 32volt maka hasilnya adalah 64volt CT 64volt. Cara ini hanya bisa untuk menambah voltase. Kemampuan ampere tetap sama dengan daya aslinya tidak berubah. Yang berubah tegangannya saja. Harap sesuaikan dulu kemampuan power amplifier nya. Jangan asal dinaikkan saja tegangannya tidak diimbangi kemampuan komponen terutama transistor final. Baca dulu datasheet nya kemampuan tegangan maksimalnya berapa volt? Biasanya ambil tegangan dibawah batas maksimum tr final agar tr final awet dan tidak gampang jebol.
Posting awal tahun yang agak telat he..he.. Posting berikut ini adalah bagaimana cara menambah atau menaikkan tegangan output trafo ct tanpa merubah gulungan. Kok bisa? Jawabnya bisa. Sebenarnya ini berawal dari komentar blog yang masuk, bagaimana cara mendapatkan tegangan tinggi lebih dari 32v dari sebuah trafo ct yang tegangan maksimal hanya 32v? Nah berangkat dari ide ini, saya ingat dulu pernah membuat power menggunakan trafo ct yang tidak ada tegangan 32v nya. Bagaimana cara mendapatkan tegangan 32V atau lebih dari sebuah trafo ct yang outputnya sebenarnya tidak ada tegangan tingginya? Simak lebih lanjut ya. Untuk mendapatkan atau menambah dan menaikkan tegangan trafo ct. Cara ini hanya berlaku khusus untuk trafo ct, yang ada banyak pilihan outputnya. Untuk jenis trafo 0 atau engkel, tidak bisa menggunakan cara ini untuk mendapatkan tegangan tinggi. Atau jenis trafo ct yang hanya ada satu output tegangan, maka jenis trafo ini tidak bisa dinaikkan tegangannya, selain menambah gulungan. Nah jika anda mempunyai sebuah trafo, baik 5A atau 10A yang tidak ada tegangan tingginya atau hanya mentok sampai 32v-ct-32v. Anda bisa mencoba cara ini untuk mendapatkan tegangan diatas 32v-ct-32v. Bagaimana menarik? Lanjut. Sedikit kita bahas, apa perbedaan trafo ct dan trafo tanpa ct engkel? Saya tidak menjelaskan secara detail, hanya menjelaskan perbedaan pentingnya saja pada bagian lilitan sekundernya. Perbedaannya adalah lilitan sekunder pada trafo ct jumlah lilitannya lebih banyak, karena ada center tap nya. Artinya jumlah gulungan sekunder akan dikali dua untuk mendapatkan satu output tegangan. Jadi langkah gulungan sekunder trafo ct adalah LILITAN-CT-LILITAN. Sudah paham belum? he..he.. Pelan-pelan saja ya. Untuk lilitan sekunder pada trafo tanpa ct atau engkel jumlah lilitannya lebih sedikit, karena tidak ada center tap nya. Artinya jumlah lilitan sekunder hanya sekali untuk mendapatkan satu output tegangan. Jadi langkah gulungan trafo tanpa ct atau engkel adalah 0V-LILITAN. Sudah paham ya, perbedaannya. Jika belum paham, anda bisa lihat gambar dibawah ini. Gambar langkah lilitan trafo CT. Gambar lilitan trafo tanpa ct atau Engkel. Dari sedikit uraian dan gambar diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa lilitan sekunder pada trafo ct, jumlah lilitannya dua kali gulungan untuk mendapatkan satu output tegangan. Beda dengan trafo Engkel, yang jumlah lilitan sekundernya hanya satu gulungan. Nah dari perbedaan diatas, maka untuk mendapatkan atau menambah tegangan pada trafo ct adalah dengan cara merubah koneksi output sekunder trafo ct menjadi koneksi trafo Engkel. Perubahan disini tidak perlu membongkar gulungan, hanya dengan cara mengkoneksi tegangan output trafo ct tanpa ct. Jadi supaya jadi trafo engkel, maka pin CT tidak digunakan atau tidak dikonek. Masih bingung, silahkan lihat gambar dibawah ini. Ini adalah trafo Engkel dengan output 24V. Mari kita bandingkan dengan trafo ct 12v untuk mendapatkan tegangan 24v. Ini adalah gambar trafo ct 12v, untuk mendapatkan tegangan 24v, maka pin CT tidak digunakan. Bagaimana sudah jelas? Jadi intinya koneksi output sekunder pada trafo ct kita rubah dulu menjadi koneksi trafo Engkel. Dengan cara pin CT tidak digunakan atau tidak dikonek. Itu sama saja dengan menambah dua kali gulungan sekunder pada trafo ct. Mudah bukan? Ayo siapa yang punya trafo gak ada tegangan tingginya? Bisa coba cara ini. Bagaimana koneksi power supplynya? Sabar mas, saya jelaskan dibawah ini Ada beberapa contoh koneksi trafo ct dirubah Engkel dibawah ini untuk mendapatkan tegangan output sekunder dua kali lipat. Ingat ini hanya contoh, karena tegangan output trafo anda mungkin beda. Yang jadi perhatian adalah jika anda menggunakan cara ini untuk menambah atau menaikkan tegangan pada trafo ct, adalah tegangan akan naik dua kali lipat. Karena jumlah gulungan sekunder otomatis jadi dua kali karena pin ct tidak digunakan. Untuk membuat power supply ini, ada dua macam koneksi yaitu menggunakan dua diode dan satu kiprox. Anda bisa pilih salah satu. Supaya lebih jelas, silahkan lihat gambar dibawah ini. Dibawah ini adalah koneksi output Trafo CT jadi 36VAC. Kalau dijadikan DC adalah 36VAC x 1,141 = 50VDC. Dibawah ini koneksi output Trafo CT jadi 50VAC. Kalau dijadikan DC adalah 50VAC x 1,414 = 70VDC Dibawah ini koneksi output trafo CT jadi 50VAC menggunakan kiprox. Kalau di DC kan jadi 50VAC x 1,414 = 70VDC UPDATE! Ada yang komentar di blog, ukuran elconya itu berapa micro dan berapa volt? Kok digambar gak ada keterangannya. Untuk elco anda bisa menggunakan minimal 10000uf/80v. Karena tegangan beroperasi diatas 50v, maka kemampuan tegangan elco harus diatas 50v, maka gunakan elco dengan tegangan 80v atau 100v. Nah itu tiga contoh koneksi trafo ct untuk mendapatkan atau menambah atau menaikkan tegangan trafo ct menjadi dua kali lipat. Anda bisa menaikkan lagi tegangan pada trafo ct dengan memakai pin output tegangan sekunder lainnya yang lebih tinggi, tapi ingat pin CT tidak perlu dikonek ya. Hati-hati jika anda menggunakan cara ini, pastikan voltase elco memadai dan kit driver dan tr final juga harus mampu disupply dengan tegangan tinggi. Maka sebelum dikonek ke power amplifier, Test dan cek terlebih dahulu berapa tegangan output simetris pada kedua elco supply? Hasil output tegangan pada kedua elco supply harus sama antara tegangan plus dan minusnya. Setelah tegangan pas dan imbang, maka boleh dikonek ke PA. UPDATE! Ada koment masuk di g+ menanyakan bisakah rangkaian diatas kita ambil beda volt? misal kita ambil pin 25v dan 18v untuk mendapatkan tegangan 43VAC? Jawabnya bisa. Atas dasar masukan ini bahwa untuk mendapatkan tegangan yang lebih tinggi dari trafo tersebut tidak harus kita ambil voltase tegangan yang sama. Misal kita pakai tegangan 25v dan 25v. Maka boleh kita ambil tegangan 25v dan 18v. Gambar dibawah ini sekaligus sebagai koreksi gambar saya diatas, mengenai tegangan output setelah disearahkan diode dan elco, harusnya lebih tinggi dari tegangan AC nya. Jadi misal kita ambil tegangan 25v dan 25v, maka total tegangan AC adalah menjadi 50VAC. Diatas tertulis tegangan 50 volt setelah output diode dan elco. Padahal yang benar adalah harus dikalikan 1,414 dulu untuk mendapatkan hasil tegangan DCnya. Misal tegangan total 50VAC, maka tegangan DCnya adalah 50VAC x 1,414 = 70VDC. Atas kesalahan ini gambar sudah saya koreksi. Berikut gambar koneksi menambah tegangan out trafo ct dengan menggunakan beda tegangan. Yaitu menggunakan tegangan 25v dan 18v untuk mendapatkan tegangan 43VAC. Gambar koneksi menggunakan 2 diode. Gambar koneksi menggunakan kiprok. Jadi pada gambar diatas dapat anda lihat bahwa koneksi dapat menggunakan tegangan yang berbeda yaitu tegangan 25v dan 18v. Apakah ini boleh? jawab, boleh. Silahkan anda cari dan tambahkan sendiri tegangan berapa yang anda inginkan. Untuk hasil total tegangannya anda cukup dengan menjumlahkannya saja. Meskipun hasil di lapangan bisa berbeda, minimal buat acuan perkiraan saja. Berarti tegangan total 25v + 18v = 43VAC. Tegangan 43VAC ini masih berupa tegangan AC belum disearahkan. Setelah tegangan 43VAC ini disearahkan diode dan elco, maka tegangan outnya menjadi 43VAC x 1,414 = 60VDC. Jadi yang benar adalah tegangan out DCnya adalah 60VDC. Meskipun hasil ini bisa berbeda di lapangan. Jadi lakukan pengecekan tegangan menggunakan avometer sebelum anda konek ke power anda. UPDATE ! Ada yang bertanya di kolom komentar channel youtube saya, mengenai koneksi kaki AC pada kiprok, digunakan hanya satu saja atau kedua kaki AC kaki kiprok dipakai keduanya, digabung jadi satu? Untuk koneksi kaki AC pada kiprok, Anda bisa menggunakan salah satu saja atau dipakai keduanya diparalel, juga gak masalah. hasil tegangannya juga akan tetap sama. Dan istilah cara diatas adalah menggunakan sistem setengah gelombang. Apakah aman buat power amplifier? Jawab, aman. Untuk video tutorial cara menaikkan tegangan power supply amplifier dengan sistem setengah gelombang, bisa Anda lihat link channel youtube saya dibawah ini. Semoga bermanfaat. Link ke channel youtube
Sudah tak terasa kita sudah menginjak di bulan ke 4, bulan april tahun ini. Next posting kali ini adalah cara membuat power supply tunggal dari trafo ct. Mungkin sebagian dari rekan-rekan sudah tahu cara membuatnya, tapi tidak ada salahnya saya post lagi, mungkin masih ada yang belum tahu rangkaiannya. Saya membuat posting ini berawal dari pertanyaan rekan kita dari g+ yang menanyakan bagaimana membuat power supply tunggal +- dari sebuah trafo ct? Akhirnya saya buat posting ini. Sebenarnya sebuah trafo ct digunakan untuk power supply simetris, khususnya untuk power amplifier dan rangkaian yang lain yang membutuhkan tegangan simetris. Mungkin ada yang bertanya, bisakah trafo ct ini kita buat power supply tunggal? jawabnya bisa. Kalau kita pas membutuhkan power supply tunggal, sedangkan yang ada hanya trafo ct, maka kita bisa membuatnya menjadi power supply tunggal dengan rangkaian dibawah ini. Jadi lebih mudah. Lanjut. Hanya dibutuhkan 2 buah diode sebagai penyearah dan 1 buah elco, kita sudah bisa membuatnya. Untuk besarnya tegangan tegantung pada out tegangan trafo yang kita pakai. Misal kita pakai tegangan 12v CT dari trafo, maka tegangan keluaran kurang lebih 12v lebih. Karena sudah diserahkan dengan diode dan elco, biasanya tegangan akan naik. ini normal dan wajar. Untuk amper diode disesuaikan dengan amper trafo. Misal trafo 2A, maka diode yang dipakai adalah diode 2A. Untuk elco gunakan minimal 2200uf/50v agar out tegangan bisa bersih dan tidak dengung. Pakai elco dengan ukuran lebih besar lebih baik, lebih bersih tegangannya. Tapi menggunakan elco 2200uf/50v itu sudah cukup. Rangkaian ini bisa kita aplikasikan pada tegangan extra trafo yang ada di bagian belakang trafo. Misal untuk supply kipas atau fan, membutuhkan tegangan tunggal, maka kita bisa membuat rangkaian power supply tunggal ini pada tegangan extra trafo ct. Tegangan extra trafo ada yang CT ada yang tunggal atau engkel. Untuk tegangan extra trafo ct, bisa menggunakan rangkaian ini. Untuk tegangan extra trafo tunggal/engkel, bisa menggunakan rangkaian jembatan penuh atau diode Bridge. Bagaimana jika kita membutuhkan tegangan +12v, tapi tegangan pada trafo tidak ada 12v nya, atau minimal tegangan trafo hanya 15v. bagaimana membuat tegangan out power supply tunggal ini tetap 12v? Jawabnya bisa. Kita hanya perlu menambahkan ic regulator 7812. Fungsi dari ic regulator 7812 adalah untuk menurunkan dan menstabilkan tegangan menjadi 12v. Atau jika kita ingin out tegangan jadi 9v, maka kita cukup mengganti ic regulator pakai 7809. Akan saya sertakan 2 gambar rangkaian, yaitu rangkaian power supply tunggal saja dan gambar rangkaian yang ada tambahan ic regulator 7812. Jadi biar tambah jelas dan mudah untuk anda merakitnya he..he.. Berikut gambar rangkaian power supply tunggal menggunakan trafo CT. Sedikit penjelasan untuk rangkaian diatas. Ada 2 buah diode ini berfungsi sebagai penyearah tegangan dari 2 out tegangan trafo. Karena trafo CT, maka tegangan out trafo ada 2. Dengan menggunakan 2 buah diode, maka tegangan akan menjadi power full atau penuh. Untuk elco menggunakan elco dengan ukuran minimal 2200uf/50v agar tegangan bisa bersih, lebih besar lebih baik. Untuk tegangan out trafo dari 15v, setelah disearahkan diode dan elco, akan mengalami peningkatan tegangan, jadi tegangan akan naik menjadi sekitar 21v menurut rumus. Tegangan 15v setelah disearahkan menjadi 15x1,414=21,21v. Jadi tegangan menjadi 21,21v menurut rumus, tapi pada prakteknya bisa berbeda. Tapi yang jelas tegangan out trafo pasti akan naik setelah disearahkan. Bagaimana jika kita menginginkan tegangan out 12v, sedangkan tegangan trafo hanya ada minimal 15v? Anda bisa menambahkan ic regulator 7812, agar out tegangan menjadi 12v. Untuk gambar rangkaian ada dibawah ini. Rangkaian awal sama dengan rangkaian yang pertama, cuma ada tambahan ic regulator 7812. Nah sudah ada gambarnya, anda tinggal rakit sendiri. Untuk ic regulator 7812 usahakan pemasangan kakinya tidak keliru atau terbalik. Anda bisa lihat gambar, pada posisi tulisan 7812 terbaca, posisi kaki sebelah kiri adalah input, kaki tengah adalah ground, kaki sebelah kanan adalah output. Atau jika anda menginginkan tegangan selain 12v, misal anda ingin tegangan menjadi 9v, maka anda tinggal mengganti ic regulator 7809, maka output tegangan sudah menjadi 9v. Untuk koneksi sama dengan diatas. Semoga bermanfaat.
cara menambah volt trafo ct